Konferensi Musik Indonesia 2026 Bahas 25 Klaster Isu di Makassar
Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 akan berlangsung di Makassar pada 27 Oktober–1 November 2026 selama enam hari. Forum ini mempertemukan musisi, label rekaman, pemerintah, akademisi, komunitas, dan mitra internasional untuk membahas kebijakan serta ekosistem musik Indonesia.
KMI 2026 mengangkat tema “Gerak Seirama” dan membahas 25 klaster isu. Agenda pada 28 Oktober mencakup royalti musik, regulasi kecerdasan buatan dan database musik, musik dan film, pendidikan musik, serta lokakarya bersama World Intellectual Property Organization melalui CLIP Music Workshop.
Pembahasan pada 29 Oktober meliputi venue musik, potensi ekonomi industri, dukungan bagi industri musik, ekspor musik, kesejahteraan musisi, dan perempuan dalam industri musik. Sehari berikutnya, agenda mencakup musik religi, jejaring musik Asia, musik tradisi, perizinan acara musik, serta penyusunan rekomendasi dan Memorandum of Conference.
Rangkaian konferensi digelar di Hotel Claro Makassar dan Fort Rotterdam. Kegiatan di Fort Rotterdam pada 31 Oktober–1 November dibuka untuk publik melalui workshop dan bincang publik tentang jejaring, distribusi, produksi, kurasi, serta manajemen acara musik.
KMI 2026 melibatkan 17 delegasi internasional dan lebih dari 500 delegasi secara keseluruhan. Penyelenggara menjadwalkan delapan konferensi besar, 16 sesi paralel, delapan program publik, serta tiga festival dan showcase, dengan estimasi lebih dari 30.000 pengunjung. Forum ini juga menargetkan evaluasi 15 rekomendasi dan sembilan tim kerja dari KMI 2025.